Dalam hidup setiap orang pasti akan di hadapi akan suatu pilihan.
Jawaban dari pilihan itu ialah PRO dan KONTRA.
Hidup itu Tuhan yang beri, kita yang jalani, dan orang lain yang komentari. Jadilah pribadi yang baik di mata orang lain. Karna setiap orang berhak jadi juri,berhak menilai kita. Dengan ketidak sempurnaan pada setiap manusia,di situlah manusia bisa belajar untuk slaing melengkapi dan menghargai kekurangan.
Bahagia itu sederhana. Cukup dengan bersyukur dan rajinlah tersenyum. Tidak perlu ada suatu prinsip untuk suatu kebahagiaan.
Jika dengan ini aku bahagia,untuk apa jadi yang orang lain anggap bahagia.
Tapi..... jika ini masalah dosa,karna berbeda prinsip...
Setiapa perbuatan yang kita lakukan di niatkan untuk ibadah.
Jika sudah begini jalanilah sesuatunya itu karna Allah.
Belajar,berkorban,karna Allah..
Menyayangi dan mencintai pun karna Allah.
Jika perasaan ini sudah Allah titipkan pada dua hati manusia,sebisa mungkin dan sekuat mungkin kita berkahi perasaan ini,dengan syariat yg ada. Tidak pernah ada niat jelek di antara kita. Kita hanya sedang menjalani apa yang kita rasakan. Kenapa harus di persalahkan dengan perasaan sendiri?
Prinsip itu penting. Artinya, segala sesuatu yang akan kita lakukan ada dasar dan jelas tujuannya. Dalam sosialisasi bukan tak mungkin kita menemukan perbedaan prinsip, beda batasan tentang apa yang boleh dan tak boleh dilakukan. Hal tersebut wajar saja, asalkan bisa tetap saling menghargai. Tiap orang punya hak untuk bicara terbuka termasuk mengungkapkan prinsip masing-masing. Sikap saling pengertian sangat diperlukan dalam proses ini. Mengungkapkan prinsip yang kita pegang akan berpengaruh pada penerimaan orang lain.Maksud dan keinginan kita akan sulit diterima dan dimengerti orang lain kalau kita tak bisa mengkomunikasikannya dengan baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar